BARU....TAHUN AJARAN 2015/2016
PENDIDIKAN
Senin, 22 Juni 2015
Senin, 01 Juni 2015
Selayang Pandang
SEJAUH MATA DI PANDANG
SMP YPPK KRISTUS RAJA DOK V JAYAPURA didirikan pada tanggal 17 Juli 1987 dan sudah aktif dalam prosese belajar mengajar. Pada tanggal 30 Mei 1989 mendapat surat resmi dari pemerintah Kabupaten jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. pada Tahun 1987 jumlah murid berjumlah 48 orang dan jumlah guru bidang studi pada waktu itu 14 orang guru.
Sebelum menempati gedung SMP Kristus Raja yang sekarang ini, pada waktu itu di gunakan SD YPPK Kristus Raja dimana diserahkan 6 ruangtetapi hanya digunakan 1 ruang dalam proses belajar mengajar. Lulusan pertama dihasilkan pada tahun pelajaran 1988/ 1989.
kepala sekolah SMP YPPK Kristus Raja yang pertama dipimpin oleh Drs. Y.B.Suwarno dan wakil kepala sekolah yaitu Ny.Kas Sitomorang.
NAMA-NAMA GURU PADA AWAL BERDIRINYA SMP YPPK KRISTUS RAJA
1. Ny. TH.W.Suwondo ( Matematika)
2. Ny. Dewi Handoko ( Fisika )
3. Alexander Gembomg ( Geografi )
4. Matius Kameubun ( Ekonomi Koperasi )
5. Kontantiniyus Letsoin ( Bahasa Inggris )
6. Sr.Petronela Wae ( Agama Katolik )
7. Bpk. Toto Suparno ( Biologi )
8. Drs. F. Silalahi ( PMP/ PKN )
9. Ibu Rosa Talubun ( Bhs Indonesia )
10. Drs. J. Salangkang ( Penjaskes )
11. Drs. Kalvin Hubis ( Kesenian )
12. Ibu Albertin Badason ( Ketrampilan )
13. Drs. P. Yeuyanan ( Ketatausahaan )
( By. Gregorius K.M.Rumatora, Billy M. Teurupun, Abrahan F. Noya, Nani Mandey R.J.M, Jefanria Dwi Erentia )
Senin, 04 Mei 2015
UJIAN NASIONAL
UN 2015
Senin, 4 Mei 2015, UN tingkat SMP serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, tak kecuali SMP YPPK Kristus Raja juga melaksanakan UN yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2015, SMP Kristus Raja untuk tahun pelajaran 2014/2015 siswa kelas tiga berjumlah 88 orang yang dibagi menjadi 5 ruang, ruang 50 - 53 jumlah siswa 20 0rang perruang, khusus ruang 54 jumlah siswa 8 orang. Pengawas ujian nasional berasal dari SMP di sekitar rayon 1 kota Jayapura yaitu : SMP N1, SMP N.6, SMP N.12, SMP Paulus dok V, SMP YAPIS dok V, SMP Advent , SMP Wahana Cita dan SMP Kristus Raja.
Kebanyakan pengawas berasal dari SMP 12, dan Guru-guru SMP Kristus Raja sebagian besar mengawas di SMP N.1 sedang 1 orang guru mengawas di SMP N.12 angksa. Hari pertama mengawas semuanya berjalan dengan lacar....tapi pada hari kedua semuanya berjalan lancar hanya saja siswa begitu ribut, meskipun sudah ditegur berulang-ulang kali oleh pengawas. kedewasaan anak untuk membedakan saat mana yang ribut dan pada saat mana harus serius dalam mengerjakan sesuatu belum bisa. RT
Rabu, 29 April 2015
PENDAFTARAN SISWA BARUTAHUN PELAJARAN 2015/2016
Bagi siswa yang beragama Katolik dan memiliki prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik pendaftaran dibuka pada tanggal 22 - 24 Juni 2015 sedangkan pendaftaran untuk umum dilkasanakan pada tanggal 25 - 27 Juni 2015. bagi siswa-siswi yang berminat agar segera mendaftarkan diri ke alamat SMP YPPK Kristus Raja Dok V - Jayapura, Alamat Jln.DR. Sam Ratulangi No.50. Telp. (0967) 536289
PROFIL SEKOLAH
PROFIL SMP YPPK
KRISTUS RAJA JAYAPURA TAHUN 2014
VISI
Unggul Dalam Iman dan Prestasi, Kuasai Ilmu Berakar Pada Nilai-Nilai Budaya Bangsa
1. Nama Sekolah : SMP YPPK KRISTUS RAJA
2. Alamat Sekolah : Jln. DR. Sam Ratulangi No. 50
3. Kabupaten : Jayapura
4. Kota : Jayapura
5. Kecamatan : Jayapura Utara
7.
Titik Koordinat : S = 02˚31’955”E=140˚42’959
8. Nomor Statistik Sekolah : 202256004013
9. Nomor Data Sekolah : Y.
10022004
10.
Nama Kepala Sekolah : ROSA TALAUBUN, S.Pd
a. Nomor Telp./HP : (0967) 536289 / 081344746458
11. Penyelenggara :
a. Nama Badan Penyelenggara : YAYASAN
PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN KATOLIK PAPUA
b. Alamat
Badan Penyelenggara : Jln. Argapura No. 28 Jayapura
c. SK Pendirian : N0.
64 (Akta Pendirian) tanggal 22 Agustus 1974
d. Ditanda tangani
oleh : Drs. ANWAR ILMAR
12. Gedung Sekolah : Milik SMP YPPK KRISTUS RAJA JAYAPURA
a. Luas Tanah / Status : 10.803 m² / Hak
Milik
b. Luas Bangunan : 1.710
m²
13. Kategori Sekolah : REGULER
14. Tahun Didirikan : 1986
15. Tahun Operasi : 1987
16. No. Rekening Rutin Sekolah : 0307-01-033422-50-4 BRI Cabang Jayapura
: 100-18.10.00-73510.1 BANK PAPUA
17. Jumlah Lokal :
a. Ruang Belajar : 15 Lokal
b. Ruang Guru : 1
Lokal
c. Ruang
Laboratorium : 1 Lokal
d. Ruang
Perpustakaan . : 1 Lokal
e. Ruang TIK : 1
Lokal
f. Ruang
Kesenian : 1
Lokal
G. Ruang Kepala
Sekolah : 1
Lokal
h. Ruang Tata
Usaha : 1
Lokal
i. Kamar
Mandi/WC : 6
Lokal
Selasa, 28 April 2015
Sabtu, 25 April 2015
Kurikulum
Pendidikan di Indonesia Kembali Gunakan Kurikulum 2006
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya."Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama 3 semester terakhir," kata Mendikbud Anies Baswedan di Kemdikbud Jakarta, Jumat (5/12/2014) lalu.Implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.Mendikbud Anies Baswedan juga menyampaikan selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013."Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006," katanya.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah. "Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan," Mendikbud. Menurut Anies, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. "Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan terutama peserta didik, anak-anak kita. Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan Bangsa," ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)